Kamis, 27 Oktober 2016

Jual Hijab Murah @auren.id

Assalamualaikum ukhti 🙏

Alhamdulillah kami sudah buka olshop hijab yang kami beri nama @auren.id pada tanggal 17 September 2016. Untuk pemula kami baru menjual segi4 rawis dan pashmina rawis. Segi4 rawis adalah kerudung segi4 yang tepi/pinggir tidak di jahit atau dibiarkan terurai. Segi4 rawis berukuran 115cmx115cm. Pashmina rawis berukuran 75cmx160cm, tetapi jika pashmina rawis yang terdapat rawis hanya di ukuran 75cm, jika sisi 160cm kami neci. Untuk bahan segi4 rawis adalah katun ima. Kalau bahan pashmina rawis adalah katun halus. Berikut daftar harga hijab yang kami jual :
*Untuk segi4 rawis :
1pcs : 25k
2pcs : 50k
3pcs : 75k
4pcs : 90k
5pcs : 100k (boleh campur warna)
*untuk pashmina :
1pcs : 35k
2pcs : 70k
3pcs : 100k (boleh campur warna)
Ohya ukhti tidak bisa campur antara segi4 dan pashmina, jika beli campur harga tetap normal ya😊
- tetap normal artinya jika ukhti beli segi4 rawis 2pcs dan pashmina rawis 2 pcs, maka harga segi4 rawis 2pcs = 50k dan pashmina rawis 2pcs = 70k jadi total 120k.

*Untuk pemesanan dapat mencantumkan format order di bawah ini :
Format order :
1. Nama :
2. Alamat :
3. Asal Kota :
4. No hp :
5. Pemesanan :
* Untuk pesan atau tanya-tanya dapat melalui Line kami yaitu id line : @xir4534b
*Untuk transfer saat ini hanya melalui Bank BNI.
*Untuk pengiriman barang dapat melalui kantor pos Indonesia atau JNE.
*Untuk melihat warna-warna yang lebih banyak dapat melalui instagram : @auren.id 👈
Atau untuk melihat testi hijab kami dapat menggunakan #testiauren
Sekian pengenalan singkat tentang olshop baru kami @auren.id semoga jadi berkah, amin allahuma amin.
Wassalamualaikum 🙏

Selasa, 13 September 2016

Masker alami dengan timun

Hello gengs!

Pada kali ini saya akan memberi sedikit tips masker alami yaitu menggunakan timun/mentimun. Berikut cara penggunaannya :

1. Cuci lah muka terlebih dahulu hingga bersih.

2. Gunakan timun yang dingin yang terdapat di kulkas, tapi jangan lupa cuci timun terlebih dahulu hingga bersih.

3. Potong tipis tipis timun dan tempelkan pada wajah kita hingga penuh menutupi wajah. Jika timun tidak menempel maka potongan timun anda kurang tipis.

4. Tunggu hingga 30 menit, pastikan jangan sampai anda tertidur, maka lebih baik menggunakan alarm.

5. Bilas menggunakan air hangat, lalu bilas kembali dengan air dingin untuk menutup kembali pori-pori kulit wajah.

6. Jika sudah, lap wajah anda dengan handuk halus. Jangan lap dengan cara menggosok wajah tapi cukup ditepuk-tepukkan pada wajah, dan gunakan handuk yang menyerap air dengan baik.

7. Jika sudah maka anda akan merasakan wajah yang bersih, kenyal, segar, dan cerah. Karena pada dasarnya manfaat mentimun pada wajah adalah :
• Mencerahkan kulit wajah
• Mengencangkan kulit wajah
• Melembabkan kulit wajah
• Menghaluskan kulit wajah

Sebaiknya lakukan masker timun ini seminggu 3x dengan RUTIN untuk hasil yang lebih makasimal.

Selamat mencoba gengs!

Kamis, 28 Juli 2016

Contoh berita banjir

‘Banjir Lagi’

Jakarta – Kamis, 21 April 2016 tepatnya peringatan hari lahirnya Raden Adjeng Kartini, Jalan Taman Bukit duri, Jakarta Selatan tergenang air. Banjir tidak sampai rel kereta Dipo hanya sampai halte depan SMAN 8 Jakarta . Banjir ini di akibatkan hujan sejak pagi dini hari. Kedalaman banjir sampai betis orang dewasa, namun pada sore hari sekitar pukul 15:00 WIB banjir sudah mulai surut hingga mata kaki orang dewasa. Banyak kendaraan yang menerobos banjir, seperti kendaraan bajaj dan motor, alhasil kendaraan mereka mogok, hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti posisi knalpot yang  kemasukan air dan posisi komponen kelistrikan lainnya berada di bawah atau komponen yang rawan rusak bila terkena air. Jika kendaraan sudah mogok maka apa yang harus kita lakukan? Bersikaplah tenang dan jangan panik, Cobalah untuk menyalakan mesin kembali. Starter beberapa kali, namun jangan memaksa hingga berlebihan. Jika mesin tidak nyala juga maka  memintalah bantuan warga setempat untuk mendorong kendaraan anda ke tempat yang surut. Jika sudah sampai pada tempat yang surut maka cobalah cek mesing-mesin kendaraan anda dan keringkan dahulu, jika sudah maka cobalah stater kembali kendaraan anda. Di musim hujan seperti ini hindarilah jalanan yang rawan banjir, dan terlebih dulu lakukan pengecekan mesin-mesin anda sebelum berangkat, demi keselamatan dan kenyamanan anda. Dan jangan coba-coba melakukan penerobosan karena kendaraan motor ,mobil, dan bajaj di rancang untuk di darat. Maka dari itulah budayakan mencegah menerobos banjir jika tidak ingin kendaraan anda mogok.

Es cendol khas betawi

Es cendol khas Betawi

Jakarta (16/6) - Sudahkah mencoba minuman es cendol khas betawi? Mungkin es cendol sudah tidak asing lagi bagi kita, minuman khas dari betawi ini memang sangat segar bila di santap di siang hari yang terik. Rasanya yang manis, legit, dan segar selepas diminum, membuat minuman tradisional ini masih diminati dari jaman dulu sampai sekarang. Masih banyak yang menjual es cendol, dari para pedagang dijajakan kaki lima bahkan sampai menu di restaurant mewah. Es cendol kini sudah diperkenalkan di Ikon Minuman Tradisional Nusantara (dikutip dari Resep Masakan Internasional). Tapi jangan salah, minuman ini mempunyai manfaat yang terkandung dalam bahan pembuatan. Contohnya seperti gula merah dapat berkhasiat membersihkan pembuluh darah, memperlancar pencernaan, mempercepat penyembuhan sariawan dan mencegah anemia. Dan santan dapat berkhasiat melawan kram otot dan juga santan berkhasiat menenangkan sel saraf yang kelewat tegang. Namun jika kalian ingin mencoba membuat es cendol, ini bahan yang diperlukan :

Bahan :

Cendol
Gula merah
Santan
Nangka
Pandan
Es batu

Berikut cara membuat :

1. Potong - potong 5 daging buah nangka
2. Campurankan lalu rebus gula jawa, air mineral, beserta daun pandan dan 5 potong daging buah nangka.
3. Rebus santan hingga mendidih

Cara penyajiannya :

Tuangkan cendol, lalu es batu, sesudah itu siram dengan air gula, lalu siram dengan santan, lalu tambahkan di atas potongan nangka. Dan siap untuk disajikan

Jumat, 10 Juni 2016

DAFTAR PUSTAKA dari Teori Komunikasi Intrapersonal, Teori Komunikasi Antarpersonal, Teori Komunikasi Kelompok, Teori Komunikasi Organisasi, Teori Komunikasi Massa, Teori Komunikasi Antar Budaya, Teori Komunikasi Kritis

DAFTAR PUSTAKA dari Teori Komunikasi Intrapersonal, Teori Komunikasi Antarpersonal, Teori Komunikasi Kelompok, Teori Komunikasi Organisasi, Teori Komunikasi Massa, Teori Komunikasi Antar Budaya, Teori Komunikasi Kritis

Baran, Stanley J. & Dennis K. Davis. 2003. Mass Communication Theory:
        Foundation Ferment, and Future. USA Wadsworth.

Cangara Hafied, 2010. Pengantar Ilmu Komunikasi.
        PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Denis, Mcquaild. 1996. Teori komunikasi Massa. Erlangga, Jakarta.

Jalaluddin Rakhmat, 1994, Psikologi Komunikasi.
        Remaja Rosdakarya, Bandung.

Littlejohn, Stephen W dan Karen A. Foss 2008. Theories of Human
        Communication, Ninth Edition. Thomson Wadsworth.

McQuail. 1987. Teori Komunikasi Massa. Edisi 2. Erlangga, Jakarta.

Nurudin. 2003. Komunikasi Massa. Cespur, Malang.

Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Rajawali Pers, Jakarta.

Riverd William L. 2003. Media Massa dan Masyarakat Modern.
        PT Kencana, Jakarta.

Sari, Endang S. 1993. Audience Research. Andi Offset, Yogyakarta.

Severin J Werner. Tankard James W, 2001. Teori Komunikasi.
        Kharisma Putra Utama. Rawamangun.

Kesimpulan dari Teori Komunikasi Intrapersonal, Teori Komunikasi Antarpersonal, Teori Komunikasi Kelompok, Teori Komunikasi Organisasi, Teori Komunikasi Massa, Teori Komunikasi Antar Budaya, Teori Komunikasi Kritis

Kesimpulan dari Teori Komunikasi Intrapersonal, Teori Komunikasi Antarpersonal, Teori Komunikasi Kelompok, Teori Komunikasi Organisasi, Teori Komunikasi Massa, Teori Komunikasi Antar Budaya, Teori Komunikasi Kritis

Teori Komunikasi Intrapersonal adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam individu, atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri. Teori Komunikasi Antarpersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka. Teori Komunikasi Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Teori Komunikasi Organisasi adalah koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab. Teori Komunikasi Massa adalah proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang bersifat mekanis seperti radio, televisi, surat kabar, dan film. Teori Komunikasi Antar Budaya yakni komunikasi antarpribadi yang dilakukan dengan oleh mereka yang berbeda latar belakang kebudayaan. Teori Komunikasi Kritis adalah
Teori Komunikasi Intrapersonal terdapat Teori Pengolahan Informasi (Information Processing Theory), Teori Interferensi (Interference Theory), dan The Decay Theory (Teori Peluruhan). Teori Komunikasi Antarpersonal terdapat Teori Kebutuhan Hubungan Interpersonal, Teori Analisis Transaksional (Transactional Analysis Theory), dan Uncertainty Reduction Theory (Teori Pengurangan Ketidakpastian). Teori Komunikasi Kelompok terdapat Sosial Exchange Model (Model Pertukaran Sosial), Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) Theory dan Teori Perbandingan Sosial Festinger. Dalam Teori Komunikasi Organisasi terdapat Teori Komunikasi Kewenangan, Teori Sistem Sosial dan Teori Lapangan Tentang Kekuasaan. Teori Komunikasi Massa terdapat Teori Kegunaan dan Kepuasan (Uses and Gratifications Theory), Teori Agenda Setting (Agenda Setting Theory), dan Media Equation Theory (Teori Persamaan Media). Teori Komunikasi Antar Budaya terdapat Teori Pengelolaan Kecemasan/Ketidakpastian, Teori Negosiasi Rupa (Face Negotiation Theory), dan Teori Kode Berbicara (Speech Codes Theory). Teori Komunikasi Kritis terdapat Teori Marxism, Teori Frankfurt School, dan Teori Feminist.
Lahirnya konteks komunikasi tentunya ada teori yang mendasari adanya konteks komunikasi, tidak ada satu konteks komunikasi-pun yang tidak mempunyai teori yang mendasarinya. Tentunya para ahli atau para pencetus menemukan teori tersebut bukanlah mudah seperti yang kita bayangkan, banyak proses yang tentunya terjadi. Para peneliti menemukan teori biasanya mengikuti teori yang sudah ada, jadi antara konteks komunikasi dan teori-teori yang mendasari adalah satu kesatuan utuh dan tentunya tidak dapat terpisahkan antara keduanya.

Pengertian Teori Komunikasi Kritis, Latar belakang Teori Kritis, Pencetus Teori Kritis, Asumsi Teori Kritis, Cabang dari Teori Komunikasi Kritis

2.7 Teori Komunikasi Kritis

2.7.1 Definisi Komunikasi Kritis

Teori   yang   menggunakan   metode   reflektif   dengan   melakukan   kritik secara   terus   menerus terhadap tatanan atau institusi sosial, politik atau ekonomi yang  ada, yang cenderung tidak kondusif   bagi   pencapaian   kebebasan,   keadilan,   dan   persamaan.  Teori   kritis   kental   dengan pembelaan terhadap kalangan lemah.
Tujuan dari teori kritis?
Menghilangkan berbagai bentuk dominasi dan mendorong kebebasan, keadilan dan persamaan. Inti dari teori ini adalah kepercayaan bahwa masyarakat merupakan wujud dari konsensus dan mengutamakan keseimbangan.
Meskipun terdapat beberapa macam ilmu sosial kritis, menurut Sendjaja (1994:392) semuanya memiliki tiga asumsi dasar yang sama, yaitu:
Menggunakan prinsip-prinsip dasar ilmu sosial interpretif. Yaitu bahwa ilmuwan kritis menganggap perlu untuk memahami pengalaman orang dalam konteks. Secara khusus pendekatan   kritis   bertujuan   untuk   menginterpretasikan   dan   karenanya   memahami bagaimana berbagai kelompok sosial dikekang dan ditindas.
Pendekatan  ini   mengkaji   kondisi-kondisi  sosial   dalam   usahanya   untuk   mengungkap struktur-struktur     yang   seringkali   tersembunyi.     Kebanyakan   teori-teori   kritis mengajarkan   bahwa   pengetahuan   adalah   kekuatan   untuk   memahami   bagaimana seseorang ditindas sehingga orang dapat mengambil tindakan untuk merubah kekuatan penindas.
Pendekatan kritis secara sadar berupaya menggabungkan teori dan tindakan. Teori-teori tersebut jelas normatif dan bertindak untuk mencapai perubahan dalam berbagai kondisi yang mempengaruhi hidup kita.
Beberapa karakteristik aliran kritik dalam hubungannya dengan ilmu komunikas :
Aliran  Kritis   lebih  menekankan   pada  unsur-unsur   filosofis   komunikasi.  Pertanyaan-pertanyaan yang sering dikemukakan oleh kaum kritis adalah siapa yang mengontrol arus komunikasi?  siapa yang   diuntungkan   oleh   arus   dan   struktur  komunikasi   yang  ada? ideologi apa yang ada dibalik media?.
Aliran Kritis melihat struktur sosial sebagai konteks yang sangat menentukan realitas, proses, dan dinamika komunikasi manusia. Bagi aliran ini, suatu penelitian komunikasi manusia,   khususnya   komunikasi   massa   yang   mengabaikan   struktur   sosial   sebagai variabel berpengaruh, dikatakan bahwa penelitian tersebut a-historis dan a-kritis.
Aliran   Kritis   lebih   memusatkan   perhatiannya   pada   siapa   yang   mengendalikan komunikasi. Aliran ini beranggapan bahwa komunikasi hanya dimanfaatkan oleh kelas yang berkuasa, baik untuk mempertahankan kekuasaannya maupun untuk merepresif pihak-pihak yang menentangnya.
Aliran Kritis sangat yakin dengan anggapan bahwa teori komunikasi manusia, khususnya teori-teori komunikasi massa, tidak mungkin akan dapat menjelaskan realitas secara utuh dan kritis apabila ia mengabaikan teori-teori tentang masyarakat. Oleh karena itu, teori komunikasi massa harus selalu berdampingan dengan teori-teori sosial.
Pada dasarnya, esensi Teori Kritis adalah konstruktivisme, yaitu memahami keberadaan struktur-stuktur sosial dan politik sebagai bagian atau produk dari intersubyektivitas dan pengetahuan secara alamiah memiliki karakter politis, terkait dengan kehidupan sosial dan politik:
Tujuan teori kritis adalah menghilangkan berbagai bentuk dominasi dan mendorong kebebasan, keadilan dan persamaan. Teori ini menggunakan metode reflektif dengan cara mengkritik secara terus menerus terhadap tatanan atau institusi sosial, politik atau ekonomi yang ada, yang cenderung tidak kondusif bagi pencapaian kebebasan, keadilan, dan persamaan.
Ciri khas Teori Kritis tidak lain ialah bahwa teori ini tidak sama dengan pemikiran filsafat dan sosiologi tradisional. Singkatnya, pendekatan teori ini tidak bersifat kontemplatif atau spektulatif murni. Pada titik tertentu, ia memandang dirinya sebagai pewaris ajaran Karl Marx, sebagai teori yang menjadi emansipatoris. Selain itu, tidak hanya mau menjelaskan, mempertimbangkan, merefleksikan dan menata realitas sosial tapi juga bahwa teori tersebut mau mengubah.
Pada dasarnya, esensi Teori Kritis adalah konstruktivisme, yaitu memahami keberadaan struktur-stuktur sosial dan politik sebagai bagian atau produk dari intersubyektivitas dan pengetahuan secara alamiah memiliki karakter politis, terkait dengan kehidupan sosial dan politik.

2.7.2 Asumsi Teori Komunikasi Kritis

Teori kritis sendiri merupakan teori yang tidak berkaitan dengan prinsip-prinsip umum, tidak membentuk sistem ide. Teori ini berusaha memberikan kesadaran untuk membebaskan manusia dari irasionalisme. Dengan demikian fungsi teori ini adalah emansipatoris. Ciri teori ini adalah :
Kritis terhadap masyarakat. Teori Kritis mempertanyakan sebab-sebab yang mengakibatkan penyelewengan-penyelewengan dalam masyarakat. Struktur masyarakat yang rapuh ini harus diubah.
Teori kritis berpikir secara historis, artinya berpijak pada proses masyarakat yang historis. Dengan kata lain teori kritis berakar pada suatu situasi pemikiran dan situasi sosial tertentu, misalnya material-ekonomis.
Teori kritis tidak menutup diri dari kemungkinan jatuhnya teori dalam suatu bentuk ideologis yang dimiliki oleh struktur dasar masyarakat. Inilah yang terjadi pada pemikiran filsafat modern. Menurut Madzhab Frankfurt, pemikiran tersebut telah berubah menjadi ideologi kam kapitalis. Teori harus memilikikekuatan, nilai dan kebebasan untuk mengkritik dirinya sendiri dan menghindari kemungkinan untuk menjadi ideologi.
Teori kritis tidak memisahkan teori dari praktek, pengetahuan dari tindakan, serta rasio teoritis dari rasio praktis. Perlu digarisbawahi bahwa rasio praktis tidak boleh dicampuradukkan dengan rasio instrumental yang hanya memperhitungkan alat atau sarana semata. Madzhab Frankfurt menunjukkan bahwa teori atau ilmu yang bebas nilai adalah palsu. Teori kritis harus selalu melayani transformasi praktis masyarakat.

2.7.3 Teori-teori Komunikasi Kritis; Pencetus Teori dan Latar
   Belakang Teori.

2.7.3.1 Marxism

Teori kritis telah muncul jauh setelah karya Karl Marx dan Friedrich Engels, Marxisme jelas adalah cabang yang merupakan cikal bakal lahirnya teori kritis. Marx mengajarkan bahwa alat-alat produksi dalam masyarakat menentukan sifat (kesadaran) masyarakat; sehingga dalam pandangan Marx, ekonomi adalah dasar (basis) dari semua struktur sosial.
Dalam sistem yang kapitalistis, produksi dikendalikan oleh keuntungan (profit drives production), sebuah proses yang pada akhirnya akan menindas buruh atau kelas pekerja, karena dengan ini pandangan ini pengusaha akan berusaha memaksimalisasi keuntungan dengan mengurangi biaya produksi, termasuk menggaji buruh dengan uah yang sangat rendah. Hanya ketika kelas pekerja bangkit melawan kelompok dominan (kelompok kapitalis) yang dapat mengubah sarana produksi dan pembebasan pekerja dapat dicapai.
Dalam pandangan Marx, para buruh dapat bebas hanya jika penguasaan terhadap alat-alat produksi dihapuskan, inilah yang mendasari dari pandangan utopis Marx mengenai sebuah masyarakat tanpa kelas, dimana semua alat-alat produksi dimiliki secara bersama-sama. Tujuan dari revolusi komunis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dengan percobaan revolusi oleh PKI, adalah terciptanya masyarakat yang tanpa kelas dan tanpa pemilikan terhadap alat-alat produksi.
Teori Marxis klasik ini lebih jauh disebut kritik ekonomi politik. Ketertarikan terhadap bahasa tetap menjadi sangat penting bagi teori kritis. Dalam Marxisme, praktek komunikasi dipandang sebagai hasil dari ketegangan (tension) antara kreativitas individu dan kendala sosial pada kreativitas itu. Pembebasan akan terjadi hanya ketika setiap orang benar-benar bebas untuk mengekspresikan diri dengan kejernihan dan akal sehat. Paradoksnya adalah, bagaimanapun, bahasa juga merupakan kendala penting dalam ekspresi individu, terutama bagi bahasa yang berasal dari kelas dominan dan telah membentuk ideologi, akan membuat kelas pekerja menjadi sulit untuk memahami situasi mereka dan menjadi penghambat dalam menemukan cara-cara untuk mencapai emansipasi Dengan kata lain, bahasa yang dominan mendefinisikan dan melanggengkan penindasan terhadap kelompok marjinal.
Inilah yang menjadi tugas dari teori kritis, yaitu bagaimana menciptakan bentuk-bentuk baru dari bahasa (diskursus) yang akan memungkinkan ideologi dari kelompok marjinal dapat mencuat kepermukaan dan dapat didengar untuk kepentingan pembebasan.
Dalam catatan Everet M. Rogers, sebagaimana dikutip Stephen W. Littlejohn dalam Theories of Human Communication, pada abad ke-20 ajaran Karl Marx telah memengaruhi hampir semua cabang   ilmu   sosial,   meliputi   sosiologi,   pilitik,   ekonomi,   sejarah,   filsafat   dan   termasuk   didalamnya ilmu komunikasi. Pengaruh Marx dalam kajian komunikasi terutama bersumber dari analisisnya mengenai industri kapitalis dimana terjadi pertentangan antara kaum proletar dan buruh.
Maka, jika diandaikan dalam komunikasi dapat digambarkan bahwa media massa sebagai industri informasi yang hanya dikuasai oleh segelintir orang (pengusaha media massa) yang memiliki kepentingan ideologis, mengeksploitasi para pekerja media untuk menghasilkan informasi sesuai dengan ideologi pemiliknya. Maka para pekerja media kemudian akan terasing karena ia tidak memiliki atau hanya mendapatkan sedikit keuntungan dari industri tersebut. Mereka melakukan eksploitasi pekerja budaya dan konsumen secara material demi memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Untuk mempertahankan kedudukannya, mereka melarang adanya ideologi lain yang akan mengganggu kepentingannya.

2.7.3.2 Frankfurt School

Frankfurt   School   merupakan   istilah   populer   untuk   menyebut   kelompok   cendekiawan   yang terhimpun dalam Frankfurt Institute of Sosial Reaseach yang berpusat di Universitas Frankfurt Jerman. Lembaga ini didirikan oleh Felix J. Weil pada tanggal 3 Februari 1923. Di antara mereka yang terkenal adalah Max Hokheimer, Theodore Adorno, Herbert Marcuse dan yang paling kontemporer adalah Habermas. Mazhab Frankfurt menolak pandangan Marxisme yang terlalu menekankan pada determinisme ekonomi. Karena pandangan determinisme ekonomi berangkat dari asumsi pemikiran positivistik yang menganggap bahwa metode ilmu alam dan prinsip ilmu alam dapat diterapkan dengan tepat pada bidang ilmu  pengetahuan sosial  budaya. 
Mereka  memandang ilmu pengetahuan  sosial budaya tidak bisa disamakan dengan ilmu alam, karena alam secara mendasar sangat berbeda dengan   manusia   dan   kegiatannya.   Dalam   pandangan   Habermas   paradigma   positivisme   itu mengabaikan peran manusia sebagai aktor yang memiliki karakteristik khas dan unik tidak seperti robot. Teori yang berusaha dibangun oleh Mazhab Frankfurt ingin melepaskan kehidupan dari model   cara   berpikir  positivisme   (rasionalitas   instrumental)  dimana  terjadi   penjajahan  dunia kehidupan (labenswelt) oleh sistem.
Mereka berkeyakinan bahwa ramalan Marx tentang akan hancurnya sistem kapitalisme tidak akan terbukti. Karena kapitalisme telah mengkonsolidasikan dan mengembangkan mekanisme efektif seperti pemenuhan hak-hak pekerja secara lebih proporsional, sehingga revolusi sosial yang akan menghancurkan kapitalisme tidak akan terjadi. Bentuk penindasannya pun tidak dengan cara fisik melainkan sangat halus sehingga kaum pekerja menganggapnya sebagai sesuatu yang normal.
Atas dasar pertimbangan itu maka para eksponen mazhab Frankfurt mengalihkan perhatiannya dari analisis ekonomi kapitalistik ke kritik atas penggunaan rasio intrumental pada masyarakat modern.
Adorno dan Hokheimer mengatakan dalam Dialectical Imagination, bahwa budaya industri telah membuat manusia tereifikasi. Manusia menjadi seperti robot yang dideterminasi oleh iklan yang ditampilkan oleh media massa. Manusia tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih lagi karena semuanya telah ditentukan, distandarkan oleh budaya industri. Kostumer tidak lagi menjadi raja, tidak lagi menjadi subjek, tapi menjadi budak dan objek.
Jürgen Habermas beralih ke paradigma komunikasi dengan mengintegrasikan linguistic-analysis dalam   Teori   Kritis.   Komunikasi  adalah  titik   tolak   fundamental  Habermas   untuk   mengatasi kemandekan Teori Kritis para pendahulunya. Kegagalan para pendahulunya adalah karena teori kritis yang dilandasi rasio kritis akhirnya berubah menjadi mitos atau ideologi baru. Emansipasi yang diperjuangkan mereka hanya menjadi mitos yang tak kunjung selesai.
Dalam The Theory of Communicative Action, Habermas menyebut empat macam klaim untuk mencapai consensus dalam komunikasi:
Klaim kebenaran (claim of truth) yaitu ketika kita sepakat kepada dunia alamiah dan objektif. 
Klaim ketepatan (claim of rigtness), kala kita sepakat pada pelaksanaan norma-norma dalam kehidupan sosial.
Klaim kejujuran (claim of sincerity) yaitu kalau kita sepakat tentang kesesuaian antara bathiniah dengan ekspresi seseorang.
Klaim komprehensibilitas (claim of comprehensibility) jika kita sepakat dan  mampumenjelaskan ketiga klaim sebelumnya.
Komunikasi yang efektif melibatkan keempatklaim tersebut karena merupakan standar kompetensi komunikatif.
  “……maka untuk mencapai konsensus segala persoalan harus didialogkan dalam ruang yang bebas dari dominasi. Dialog dalam hal ini mengandaikan adanya kedudukan yang setara. Karena itu Habermas menekankan pentingnya etika dalam komunikasi seperti yang disebut di atas. Etika tersebut yaitu kondisi komunikasi yang menjamin sifat umum norma-norma yang dapat diterima dan   menjamin   otonomi  individu  melalui  kemampuan  emansipatoris   sehingga   menghasilkan pembentukan kehendak bersama lewat perbincangan.”
Terkait dengan dialog tersebut, Habermas memandang, salah satu mediumnya yaitu media massa. Media massa sebagai tempat untuk mengungkapkan pendapat dalam public sphere. Karenanya Habermas   mengandaikan   media   massa   mestinya   menjadi   ruang   yang   bebas   dari   dominasi sehingga segala macam pemikiran dapat didialogkan tanpa ada paksaan. Namun, sepertinya idealisasi Habermas terhadap media massa sangat utopis dalam masyarakat kapitalisme lanjut sekarang. Apalagi media massa umumnya cenderung berada dalam genggaman para pemilik modal yang lebih menekankan pada keuntungan dari budaya yang ditampilkannya.

2.7.3.3 Teori Feminist

Teori feminist merupakan perpanjangan dari feminisme ke teori, atau filsafat wacana, bertujuan untuk   memahami   sifat   ketidaksetaraan   gender.   Itu   menguji   perempuan   peran   sosial   dan pengalaman hidup, dan politik feminis dalam berbagai bidang, seperti antropologi dan sosiologi, psikoanalisis, ekonomi, kritik sastra, dan filsafat Berawal dari Edwin & Shirley Ardener, antropologis sosial Oxford University, yang melihat bahwa ternyata para antropolog melakukan penelitiannya dengan lebih banyak berbicara dan bertanya   kepada   kalangan   laki-laki   dewasa   pada   suatu   budaya   tertentu   untuk   kemudian mencatatnya dalam etnografi sebagai gambaran budaya secara keseluruhan.
Ardener awalnya berasumsi bahwa kurangnya perhatian terhadap pengalaman perempuan adalah sebuah masalah gender yang unik pada antropologi sosial. Tetapi hal ini kemudian ditelusuri lebih   lanjut   oleh   rekan   kerjanya,   Shirley   Ardener,   yang   menyadari   bahwa kebungkaman kelompok yang kurang kekuasaan menimpa kelompok-kelompok yang menempati tempat yang paling akhir dari tingkatan masyarakat. Orang-orang yang hanya memiliki kekuasaan yang rendah bermasalah dengan persoalan menyuarakan persepsi-persepsi mereka. Teori   kelompok  yang  dibungkam   ini   lalu  dikembangkan   secara  lebih   lengkap   oleh   Cheris Kramarae.  Kramarae adalah profesor speech communication dan sosiolog di Universitas Illinois. Dia juga profesor tamu di Pusat Studi Perempuan (Center for the Study of Women) di Universitas Oregon,   dan   baru-baru   ini   sebagai   dekan   di   Universitas   Perempuan   Internasional   (The International Woman’s University) di Jerman. Dia memulai karier penelitiannya pada tahun 1974 ketika dia memimpin sebuah studi sistematik mengenai cara-cara perempuan dilukiskan dalam kartun. Kramarae   (1981)   merancang   tiga   asumsi   yang   berpusat   pada   sajian   feminisnya   dari   teori kelompok yang dibungkam, yaitu,
1. Perempuan merasakan dunia yang berbeda dari laki-laki karena perempuan dan laki-laki memiliki pengalaman yang sangat berbeda. Pengalaman yang berbeda ini berakar pada divisi kerja masyarakat.
2. Karena laki-laki merupakan kelompok yang dominan di masyarakat, sistem persepsi mereka juga dominan. Dominasi ini menghalangi kebebasan ekspresi dari dunia model alternatif perempuan.
3. Sehingga,   agar   berpartisipasi   dalam   masyarakat,   perempuan   harus   mentransformasi modelnya dalam term sistem ekspresi yang dominan tersebut.